Sabtu, 06 November 2010

Budidaya Cabai


A. PENDAHULUAN
Cabai dapat ditanam di dataran tinggi maupun rendah, pH 5-6. Bertanam cabai dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll.
PT. Natural Nusantara ( NASA ) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas, kualitas dan kelestarian ( K-3 ), sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.

B. FASE PRATANAM
1. Pengolahan Lahan
· Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton/ 1000 m2
· Diluku kemudian digaru (biarkan + 1 minggu)
· Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton / 1000 m2
· Dibuat bedengan lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm
· Siramkan SUPER NASA (1 bt) / NASA(1-2 bt)
- Super Nasa : 1 btl dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk). Setiap 50 lt air tambahkan 200 cc larutan induk.
Atau 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 1 sendok makan peres SUPER NASA dan siramkan ke bedengan + 5-10 m.
- NASA : 1 gembor ( + 10 liter ) diberi 2-4 tutup NASA dan siramkan ke bedengan sepanjang + 5 - 10 meter.
· Campurkan GLIO 100 - 200 gr ( 1 - 2 bungkus ) dengan 50 - 100 kg pupuk kandang, biarkan 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.
· Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag ( biarkan + 1 - 2 minggu ).

2. Benih
· Kebutuhan per 1000 m2 1 - 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan Natural CS-20, CB-30
· Biji direndam dengan POC NASA dosis 0,5 - 1 tutup / liter air hangat kemudian diperam semalam.

C. FASE PERSEMAIAN ( 0-30 HARI)
1. Persiapan Persemaian
· Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
· Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, perbandingan 3 : 1. Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama + 1 minggu. Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.

2. Penyemaian
· Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring
· Semprot POC NASA dosis 1-2 ttp/tangki umur 10, 17 HSS
· Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban

3. Pengamatan Hama & Penyakit
a. Penyakit
· Rebah semai (dumping off), gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp. Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman, jika serangan tinggi siram GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.
· Embun bulu, ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica. Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.
· Kelompok Virus, gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat. Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu. Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.

b. H a m a
· Kutu Daun Persik (Aphid sp.), Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan
pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun. Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.
· Hama Thrip parvispinus, gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga. Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun. Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh. Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.
· Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus). Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun. Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang. Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau. Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip

D. FASE TANAM
1. Pemilihan Bibit
· Pilih bibit seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus
· Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 - 30 hari)

2. Cara Tanam
· Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
· Plastik polibag dilepas
· Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram /disemprot POC NASA 3-4 tutup/ tangki.

3. Pengamatan Hama
· Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon ), aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang. Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh, serangan berat semprot dengan PESTONA atau VIREXI
· Ulat Grayak ( Spodoptera litura & S. exigua ),
Ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit). Gejala serangan, larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian. Semprot dengan VITURA, VIREXI atau PESTONA.
· Bekicot/siput. Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari. Dicari di sekitar pertanaman ( kadang di bawah mulsa) dan buang ke luar areal.

E. FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)
1. Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
2. Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan. Diberikan umur 1 - 4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.
Kebutuhan total pupuk makro 1000 m2 :

Jenis Pupuk

1 - 4 minggu (kg)

5 - 12 minggu(kg)Urea
SP-36
KCl

Catatan :
- Umur 1 - 4 mg 4 kali aplikasi (± 7 tong/ aplikasi)
- Umur 5-12 mg 8 kali aplikasi (± 14 tong/aplikasi)
3. Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup / tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40 dan 50 HST POC NASA + Hormonik dosis 1-2 tutup/tangki.
4. Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 - 30 hr.
5. Pengamatan Hama dan Penyakit
· Spodoptera litura/ Ulat grayak Lihat depan.
· Kutu - kutuan ( Aphis, Thrips, Tungau ), lihat fase persemaian.
· Penyakit Layu, disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia. Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran, sebarkan GLIO
· Penyakit Bercak Daun, Cercospora capsici. Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah. Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada daun tua.
· Lalat Buah (Dacus dorsalis), Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan. Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah / ha
· Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides), gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering. Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan. Serangan berat sebari dengan GLIO di bawah tanaman.

F. FASE PANEN DAN PASCA PANEN
1. Pemanenan
· Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
· Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
· Setelah pemetikan ke-3 disemprot dengan POC NASA + Hormonik dan dipupuk dengan perbandingan seperti diatas, dosis 500 cc/ph

2. Cara panen :
· Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
· Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
· Penyortiran dilakukan sejak di lahan
· Simpan ditempat yang teduh
3. Pengamatan Hama & Penyakit
· Kumpulkan dan musnahkan buah yang busuk / rusak

Manfaat Mengkonsumsi Cabai
Para peneliti dari Los Angeles Center for Human Nutrition, universitas California, AS menyebutkan bahwa hasil pendahuluan dari sebuah penelitian kecil menemukan bahwa zat yang terkandung didalam cabe yang memberi rasa pedas yaitu kapsicin, ternyata tidak hanya membuat kita berkeringat saat menyantap makanan pedas, tetapi juga membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak energi.

Penelitian mengenai dampak manfaat cabe untuk kesehatan terhadap konsumsi energi, di presentasikan minggu ini pada konfrensi Experimental Biology di California, AS. Para partisipan yang terdiri dari 35 orang pria & wanita mengkonsumsi minuman berkalori rendah sebagai pengganti makan selama 1 bulan.

Kemudian para peserta dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang diberi pil berisi kapsicin yang tidak terlalu pedas atau disebut juga dengan dihydrocapsiate (DCT) dengan 2 kadar yang berbeda, sedangkan kelompok yang satu lagi menjadi kelompok placebo.

Para peneliti mengukur berat badan & massa lemak dari setiap partisipan, serta mengukur berapa cepat mereka membakar energi setelah mengkonsumsi makanan contoh tunggal. Mereka menemukan bahwa para partisipan yang mengkonsumsi DCT pada kedua kadar, membakar energi lebih besar dibandingkan mereka pada kelompok placebo. Serta mereka yang mengkonsumsi DCT pada kadar yang lebih tinggi membakar energi hampir 2 kali lipat dibandingkan mereka yang mengkonsumsi placebo. Yang lebih penting lagi, para peneliti mencatat bahwa mereka yang mengkonsumsi pil berisi zat pedas tersebut membakar lemak lebih besar dibandingkan mereka yang mengkonsumsi placebo.

Meskipun baru berupa penelitian awal, para peneliti menemukan bahwa DCT seperti halnya kapsicin dapat meningkatkan tubuh untuk membakar energi & membantu meningkatkan metabolisme. Meskipun mereka mengakui bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan serta hasil penelitian terbatas atas analisa satu kali & dapat berbeda pada penelitian lebih lanjut, tetapi mereka mengemukakan bahwa hasil tersebut menjanjikan, terutama pada orang yang gemar untuk mengkonsumsi cabe/makanan pedas.


Bahaya Mengorek Telinga.

Dengan mengunyah makanan atau berbicara, sedikit demi sedikit kotoran telinga akan keluar atau menguap. Mengorek telinga mungkin hal biasa dan sering kita lakukan. Tahukah Anda, apa dampaknya? Jika mengeceknya terlalu sering maka akan berpotensi infeksi telinga.

Dokter spesialis THT yang praktik di RS Puri Indah Jakarta, Agus Subagio, menjelaskan, infeksi telinga bisa dibagi menjadi dua bagian infeksi liang telinga atau telinga bagian luar, dan infeksi telinga tengah.

Infeksi telinga luar yang terdiri dari pinna dan saluran eksternal ini terjadi karena kebiasaan mengorek-ngorek telinga. Infeksi ini bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa.

Kebiasaan mengorek telinga biasanya dilakukan untuk mengambil kotoran telinga. Kotoran tersebut memang berada di liang telinga dan diproduksi pada sepertiga luar/liang telinga. Menurut Agus, kotoran telinga tidak perlu dikorek-korek sebab kotoran telinga adalah kelenjar minyak yang bermanfaat karena memiliki fungsi sebagai pelumas supaya telinga tidak lecet.

Jika ada kotoran telinga, maka jamur tidak mudah tumbuh. Bahkan kotoran telinga juga bisa membantu mencegah binatang tidak mudah masuk telinga kita. Dengan kita me-ngunyah makanan atau kita berbicara, sedikit demi sedikit kotoran telinga akan keluar atau menguap. Jadi tidak perlu dibersihkan dan dikorek setiap minggu.

Ia menambahkan, kotoran telinga boleh dikorek ketika kotorannya sudah berlebih. Namun, jangan bersihkan kotoran hingga ke dalam. Cukup di bagian luarnya saja.

Jangan disodok-sodok menggunakan cutton bud. Memang sebagian kotoran akan terambil tapi sebagian lagi justru malah terdorong kedalam dan lama-lama menumpuk dan jadi mengeras, kata Agus. Alumnus FKUI ini.

Kotoran yang mengeras ini akan mengikis kulit liang telinga dan lama-lama akan menyumbat liang telinga. “Pada liang telinga memang agak kering, kalau dikorek-korek maka akan jadi lecet Karena lecet sedikit saja bakteri mudah tumbuh sehingga liang telinga jadi bengkak dan timbul cairan berbau. kata Agus. Infeksi timbul karena di bagian liang telinga tidak ada bantaian lemak dan langsung ke tulang.

Anak rentan infeksi

Infeksi telinga juga bisa menimbulkan rasa gatal jika terjadi peradangan. Jika gatalnya lebih menonjol maka infeksinya bukan disebabkan oleh kuman tapi oleh jamur. Lebih sulit kalau infeksi disebabkan oleh kuman dan jamur karena pengobatannya berlawanan. “Jika kita obati infeksi karena kuman, obatnya malah akan membuat jamur tumbuh subur, katanya.

Sedangkan infeksi telinga bagian tengah biasanya menimpa pada anak-. anak. Menurut Agus, anak-anak rentan karena saluran yang menghubungkan belakang hidung dengan telinga, atau lubang Eustachius pada anak-anak, ukurannya lebih pendek dan lebih datar. Sehingga jika ada infeksi pada hidung atau anak menderita flu mudah menyebar ke telinga. Sedangkan pada orang dewasa saluran tersebut lebih lebar dan bersudut.

Selain itu, faktor lain yang menjadikan anak rawan infeksi telinga bagian tengah karena sebagian besar anak sering minum susu dari botol susu (ngedot) sambil tiduran. Ini tidak bagus dan mempermudah terjadinya infeksi karena terjadi alur balik. Susuyang seharusnya masuk ke tenggorokan malah masuk ke telinga dan akhirnya terjadi iritasi atau peradangan, jelas Agus.

Ia menambahakan. infeksi telinga sangat rentan terjadi pada anak-anak ketika masih balita hingga usia sekolah? “Makin kecil makin rentan, terutama pada kasus batuk pilek, insidennya tinggi sebab sistem imun balita belum bagus. Anak usia sekolah dasar juga masih rentan. Tapi makin besar anak sampai usia dewasa makin jarang terjadi.” ungkapnya.

Infeksi telinga masih banyak terjadi di daerah dan rumah sakit pinggiran. Sedangkan daerah perkotaan, seperti Jakarta, kasus-kasus bergini sudah sangat jarang terjadi. Ini karena Jakarta banyak yang berpendidikan dan fasilitas kesehatannya banyak tersedia. Seperti di RS Puri Indah, misalnya, belum tentu satu tahun satu orang yang komplikasi,” katanya.

Menurut Guru Besar FKUI. Prof DR Dr Jenny Bashiruddin Sp THT (K) infeksi telinga juga bisa terjadi pada telinga , bagian dalam. Misalnya, adanya gangguan pada rumah siput. Biasanya infeksi ini bukan karena infeksi dari luar, namun karena peradangan yang terjadi di dalam telinga. Bisa karena luka, bisa karena benturan.” jelas Jenny.

Dia menyarankan, jika telinga Anda nyeri, sakit, merah, dan gatal-gatal segera periksa ke dokter THT karena bisa jadi merupakan tanda-tanda adanya infeksi telinga, baik di bagian luar, tengah, maupun dalam.

Jika tidak ditangani dengan segera, infeksi telinga bisa berdampak buruk. Tutur Agus, infeksi mungkin tidak terlalu fatal karena hanya di bagian luar. Namun jika terjadi di bagian tengah, karena berkaitan dengan organ-organ penting seperti syaraf-syaraf pendengaran atau rumah siput, infeksi syaraf akan menimbulkan gangguanpendengaran