Jumat, 20 Agustus 2010

Tentang Bunga

Bunga (flos)adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.


Dua belas bunga dari famili yang berbeda-beda.

Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.

Daftar Isi:
1. Fungsi bunga
2. Morfologi bunga
3. Gambar bunga

1. Fungsi bunga

Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.

Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.

Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.

2. Morfologi bunga


Bagian-bagian bunga sempurna.
1. Bunga sempurna
2. Kepala putik (stigma)
3. Tangkai putik (stilus)
4. Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari)
5. Sumbu bunga (axis)
6. artikulasi
7. Tangkai bunga (pedicel)
8.Kelenjar nektar
9. Benang sari (stamen)
10. Bakal buah (ovum)
11. Bakal biji (ovulum)
12. (maaf belum diketahui)
13. Serbuk sari (pollen)
14. Kepala sari (anther)
15. Perhiasan bunga (periantheum)
16. Mahkota bunga (corolla)
17. Kelopak bunga (calyx)

Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga).

Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.



Tumbuhan Crateva religiosa berbunga sempurna: memiliki stamen dan pistillum.

Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:

  • Kelopak bunga atau calyx;
  • Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
  • Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
  • Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.

Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.

Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.

Kamis, 19 Agustus 2010

Tentang dan Manfaat Tumbuhan Mahoni

Dalam pengobatan tradisional terdapat banyak racikan jamu untuk mengobati kencing manis maupun kanker. Berbagai bahan alami dapat dimanfaatkan untuk itu. Baik berasal dari kulit, buah, akar (umbi) maupun daun tanaman tertentu.. Ada yang digunakan secara tunggal tanpa diracik dengan bahan lain, tapi ada pula yang dicampur dengan komponen alami lain.

Untuk kencing manis, misalnya, bisa dipakai kulit tanaman pulai, biji mahoni, umbi bidara upas, tumbuhan tapak dara, terong ngor, daun sembung dan sebagainya. Bahan-bahan tersebut dapat dipakai secara tunggal.

Bila mempergunakan terong ngor, cukup mengambil buahnya sebanyak 10 biji, dicuci bersih lalu dijadikan lalapan (ulam) saat makan. Lakukan cara ini 2 atau 3 kali dalam sehari.

Dulu, banyak pohon mahoni ditanam di pinggir jalan sebagai pohon perindang. Buahnya yang sering gugur sendiri ke tanah, diambil bijinya untuk bahan pengobatan berbagai jenis penyakit. Selain dikenal sebagai penyembuh malaria, juga dapat dipakai mengobati kencing manis.

Amat mudah untuk membuat biji mahoni menjadi obat kencing manis. Yakni cukup menyeduh bijinya yang sudah dilembutkan sebanyak setengah sendok teh dengan air panas matang sebanyak setengah gelas. Minumlah seduhan ini 3 menit sebelum makan. Lakukan cara ini sebanyak 2-3 kali sehari.

Kalau kurang mantap dengan bahan-bahan tunggal, dapat pula dibuat racikan. Salah satunya berbahan 2 jari kulit batang pulai, 2 jari kulit batang duwet, 1/3 genggam daun sambilata dan 2 jari gula aren. Semua bahan dicuci, dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air putih hingga menjadi 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum 3 kali sehari. Lakukan cara ini minimal 5 hari berturut-turut.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Tekanan darah tinggi (Hipertensi) , Kurang napsu makan, Demam; Kencing manis (Diabetes mellitus), Masuk angin, Ekzema, Rematik;

Bagian yang dipakai :
Biji, dikeringkan lalu digiling halus menjadi serbuk.

Kegunaan:
- Tekanan darah tinggi (Hipertensi) .
- Kencing manis (Diabetes mellitus).
- Kurang napsu makan,
- Rematik.
- Demam.
- Masuk angin.
- Ekzema.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 1/2 sendok teh biji yang telah digiling halus menjadi serbuk.

CARA PEMAKAIAN:
1. Hipertensi
a. 8 gram biji segar diseduh dengan 2 gelas air panas. Setelah
dingin disaring lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore
hari.

b. 1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/2 cangkir
air panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi
hangat, lakukan 2-3 kali sehari.

2. Kencing manis
1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air
panas. Diminum selagi hangat, 30 menit sebelum makan. Lakukan
2-3 kali sehari.

3. Kurang napsu makan
1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air
panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi hangat,
lakukan 2-3 kali sehari.

4. Demam, masuk angin
1/2 sendok teh serbuk biji mahoni.diseduh dengan 1/4 cangkir air
panas, lalu tambahkan 1 sendok makan madu. Diminum selagi
hangat, lakukan 2-3 kali sehari.